Evil Geniuses Memenangkan The International 2015
Baca JugaSumail lahir dan tinggal di Pakistan, ditempat ia tinggal “game” merupakan sesuatu yang jarang ada dan tidak sepopuler di kota-kota besar. Sumail hidup dari keluarga biasa. Ia bahkan tidak memiliki komputer. Untuk bermain game Sumail harus pergi ke kafe internet (semacam Warnet). Sumail sangat ingin bermain, namun dia tidak mempunyai cukup uang. Untuk dapat memenuhi keinginannya tersebut, sampai pada akhirnya dia menjual sepedanya agar dapat bermain DotA, meskipun hanya untuk beberapa jam saja.
“I lived in Pakistan for 15 years. Growing up, I wanted to play so bad that I sold my bike just to be able to play for more hours.”
Sumail sangat serius dengan apa yang telah ia lakukan. Ia berlatih tekun dengan bermain DotA selama 9 jam perhari.
Kini Sumail telah menjadi juara termuda selama sejarah turnamen Dengan bermain DotA, Sumail sukses menjadi pemain yang mendapatkan hadiah terbesar.
Profil Sumail Lihat Disini….
Wow! Bagaimana menginspirasi bukan? Ketika keluarga mendukung hobi anak untuk bermain game, anak akan mengembangkan hobinya menjadi potensi yang justru membawanya pada sebuah kesuksesan! Hal tersebut tentu MEMBANTAH motivasi dari salah seorang motivator Indonesia “Banyak anak muda yang aslinya cerdas menjadi murid terbelakang karena kesukaan yang berlebihan untuk main games. Hidup ini bukan games”
GAMER TIDAK AKAN HIDUP TERBELAKANG, DUKUNG KAMI DAN KAMI AKAN BUKTIKAN!